Tampilkan postingan dengan label html. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label html. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Februari 2012

(CSS) MEMBUAT FOOTER 3 ATAU 4 KOLOM - wordpress

Pemahaman Footer 3 Kolom

Untuk membuat footer 3 kolom–yang paling pertama, buat dulu tag html pembentuknya, nantinya kita pakai tag div, kenapa pakai tag div? tanya sama w3C yah :)
setelah tag HTML-nya sudah siap, selanjutnya kita menggunakan CSS, untuk membentuk dan menyesuaikan tampilanya. Setelah terbentuk, barulah kita masukan fungsi-fungsi wordrpess supaya nantinya bisa dimasukan ke theme dan bisa di(drop-drag/widget). Ok, lanjut dengan
Code tag html dan style css footer 3 atau 4 kolom
untuk previewnya silakan salin source code berikut, lalu paste ke notepad kemudian save as dengan namafooter3atau4kolom.html lalu jalankan menggunakan peramban kesayangan sobat *firefox
<html>
<head>
<title>Footer 3 atau 4 komlom by indam</title>
<meta content="indam url:http://www.indaam.com" name="author"/>
<meta http-equiv="refresh" content="120;url=http://www.indaam.com"/>
<style type='text/css'>
/*
ini adalah cssnya, silakan diedit
* background-color berfungsi untuk mengatur warna latar belakang
* margin berfungsi untuk mengatur jarak luar
* padding berfungsi untuk mengatur jarak dalam,
* border berfungsi untuk mengatur pinggiran
* font berfungsi untuk mengatur font/
* text-transform untuk mengatur apakah huruf itu kapital, kecil semua atau diawai dengan kapital
* color berfungsi untuk mengatur warna(umumnya text)
* float berfungsi untuk mengatur untuk mengatur penekanan apakah ke kiri-atau kekanan
* width berfungsi untuk mengatur lebar
* height berfungsi untuk mengatur tinggi
* text-align berfungsi untuk mengatur perataan text
* http://www.indaam.com
*/
#footer-3-atau-4-kolom{
padding:0;
margin:0;
min-width:100%;
clear:both;
background-color:#fff;
color:#333;
}
#footer-3-atau-4-kolom .dalam-footer-3-atau-4-kolom{
margin:20px auto 0 auto;
text-transform:capitalize;
padding:0 2px;
}
#footer-3-atau-4-kolom .dalam-footer-3-atau-4-kolom .widget-kolom{
float:left;
width:25%;
font-size:16px;
margin:0 0 15px 0;
}
#footer-3-atau-4-kolom h4{
font:normal 15px arial;
text-align:center;
border-bottom:4px double #ccc;
padding:4px 0;
text-transform:uppercase;
margin:6px 4px 4px 4px;
}
#footer-3-atau-4-kolom .isi{
margin:0 4px;
min-height:200px;
}
#footer-3-atau-4-kolom ol,
#footer-3-atau-4-kolom ul{
list-style:none;
margin:0;
padding:0;
}
#footer-3-atau-4-kolom li{
padding:5px 4px 2px 4px;
margin:0;
border-bottom:1px solid #ccc;
}
#footer-3-atau-4-kolom a,
#footer-3-atau-4-kolom a:link,
#footer-3-atau-4-kolom a:visited{
font-weight:bold;
text-decoration:none;
color:inherit;
font-size:15px;
}
#footer-3-atau-4-kolom a:hover,
#footer-3-atau-4-kolom a:active{
font-style:italic;
}
#footer-3-atau-4-kolom a:focus{
outline:2px solid lime;
}
/* silakan tambahakan style
* http://www.indaam.com *
*/
</style>
</head>
<body>
<div id='footer-3-atau-4-kolom'>
<div class='dalam-footer-3-atau-4-kolom'>
<div class='widget-kolom'>
<h4>title-nya</h4>
<div class='isi'>
<ul>
<li>list 1</li>
<li>list 2</li>
<li>list 3</li>
<li>list 4</li>
<li>list 5</li>
<li>list 6</li>
<li>list 7</li>
</ul>
</div>
</div><!-- .widget-kolom -->
<div class='widget-kolom'>
<h4>title-nya</h4>
<div class='isi'>
<ul>
<li>list 1</li>
<li>list 2</li>
<li>list 3</li>
<li>list 4</li>
<li>list 5</li>
<li>list 6</li>
<li>list 7</li>
</ul>
</div>
</div><!-- .widget-kolom -->
<div class='widget-kolom'>
<h4>title-nya</h4>
<div class='isi'>
<ul>
<li>list 1</li>
<li>list 2</li>
<li>list 3</li>
<li>list 4</li>
<li>list 5</li>
<li>list 6</li>
<li>list 7</li>
</ul>
</div>
</div><!-- .widget-kolom -->
<div class='widget-kolom'>
<h4>title-nya</h4>
<div class='isi'>
<ul>
<li><a href='http://www.indaam.com'title='indam site'>link ke Indam site</a></li>
<li>list 2</li>
<li>list 3</li>
<li>list 4</li>
<li>list 5</li>
<li>list 6</li>
<li>list 7</li>
</ul>
</div>
</div><!-- .widget-kolom -->
</div><!-- .dalam-footer-3-atau-4-kolom -->
<div style='clear:both'></div>
<!-- http://www.indaam.com -->
</div><!-- #footer-3-atau-4-kolom -->
<span style='position:fixed;bottom:3%;right:3%;display:block:margin:0;font:italic bold 120% "comic sans ms";'>Original Source Code by <a style='text-decoration:none;color:red;' href='http://www.indaam.com' target='_blank' title='Indam Site'>Indam Site</a></span>
</body>
</html>
Lanjut! source code diatas adalah contoh tampilan static-nya. Mari kita lanjut untuk penambahan di wordpress
Berikut adalah code HTML, CSS dan PHP-nya silakan salin lalu paste ke functions.php
<?php
/* pertama, kita menambahkan register_sidebar agar nantinya di appearance widget muncul kotak(widget) yang bisa di drop drag*/
register_sidebar(array(
'name' => 'footer_3_atau_4_kolom',
'before_widget' => '<div class=\'widget-kolom\'>',
'after_widget' => '</div></div>',
'before_title' => '<h4>',
'after_title' => '</h4><div class="isi">',
));/* end register_sidebar */
function footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer(){
/* fungsi ini nantinya kita tambahkan di footer dengan menggunakan hook add_action */
?>
<div id='footer-3-atau-4-kolom'>
<div class='dalam-footer-3-atau-4-kolom'>
<?php
if ( !dynamic_sidebar( 'footer_3_atau_4_kolom' ) ) {
/* disini kita membuat variable yang valuenya disesuaikan dengan susunan footer yang kita buat tadi. */
$footer_3_atau_4_kolom = array(
'before_widget' => '<div class=\'widget-kolom\'>',
'after_widget' => '</div></div>',
'before_title' => '<h4>',
'after_title' => '</h4><div class=\'isi\'>'
);
/* kalo di konvert ke html outputnya seperti ini
<div class='widget-kolom'>
<h4>disini judul</h4>
<div class='isi'>
lalu disini isi widgetnya
</div>
</div>

*/

/* nah, disini kita menambahkan widget bawaan wordpress.
ini ditambahkan agar, tidak kosong saja :)
sepertinya dibawah jelas yah?
*/

the_widget( 'WP_Widget_Archives' , 'title=Archive' , $footer_3_atau_4_kolom);
the_widget( 'WP_Widget_Categories' , 'title=Categories' , $footer_3_atau_4_kolom );
the_widget( 'WP_Widget_Recent_Comments' , 'title=Recent Comments' , $footer_3_atau_4_kolom );
the_widget( 'WP_Widget_Recent_Posts' , 'title=Recent Post' , $footer_3_atau_4_kolom );
}
?>
</div><!-- .dalam-footer-3-atau-4-kolom -->
<div style='clear:both'></div>
<!-- http://www.indaam.com -->
</div><!-- #footer-3-atau-4-kolom -->
<!-- regadrs
http://www.indaam.com -->
<?php
} /* end footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer() */
/* indaam.com */
function css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head(){
/* fungsi ini nantinya kita tambahkan di wp_head dengan menggunakan hook add_action */
?>
<style type='text/css'>
/*
ini adalah cssnya, silakan diedit
* background-color berfungsi untuk mengatur warna latar belakang
* margin berfungsi untuk mengatur jarak luar
* padding berfungsi untuk mengatur jarak dalam,
* border berfungsi untuk mengatur pinggiran
* font berfungsi untuk mengatur font/
* text-transform untuk mengatur apakah huruf itu kapital, kecil semua atau diawai dengan kapital
* color berfungsi untuk mengatur warna(umumnya text)
* float berfungsi untuk mengatur untuk mengatur penekanan apakah ke kiri-atau kekanan
* width berfungsi untuk mengatur lebar
* height berfungsi untuk mengatur tinggi
* text-align berfungsi untuk mengatur perataan text
* http://www.indaam.com
*/

#footer-3-atau-4-kolom{
padding:0;
margin:0 auto;
min-width:100%;
max-width:1100px;
clear:both;
background-color:#fff;
color:#333;
}
#footer-3-atau-4-kolom .dalam-footer-3-atau-4-kolom{
margin:20px auto 0 auto;
text-transform:capitalize;
padding:0 2px;
}
#footer-3-atau-4-kolom .dalam-footer-3-atau-4-kolom .widget-kolom{
float:left;
width:25%;
font-size:16px;
margin:0 0 15px 0;
}
#footer-3-atau-4-kolom h4{
font:normal 15px arial;
text-align:center;
border-bottom:4px double #ccc;
padding:4px 0;
text-transform:uppercase;
margin:6px 4px 4px 4px;
}
#footer-3-atau-4-kolom .isi{
margin:0 4px;
min-height:200px;
}
#footer-3-atau-4-kolom ol,
#footer-3-atau-4-kolom ul{
list-style:none;
margin:0;
padding:0;
}
#footer-3-atau-4-kolom li{
padding:5px 4px 2px 4px;
margin:0;
border-bottom:1px solid #ccc;
}
#footer-3-atau-4-kolom a,
#footer-3-atau-4-kolom a:link,
#footer-3-atau-4-kolom a:visited{
font-weight:bold;
text-decoration:none;
color:inherit;
font-size:13px;
}
#footer-3-atau-4-kolom a:hover,
#footer-3-atau-4-kolom a:active{
font-style:italic;
}
#footer-3-atau-4-kolom a:focus{
outline:2px solid lime;
}
/* silakan tambahakan style
* http://www.indaam.com *
*/
</style>
<?php
}/* end css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head() */
/*
OK,
setelah menambahkan register_sidebar
dan
mambuat dua fungsi
* footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer() dan
* css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head()
selanjutnya mari kita tambahkan dua fungsi tadi
masing-masing di head dan footer menggunakan add_action
seperti ini
*/

add_action('wp_head', 'css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head');
add_action('wp_footer', 'footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer');
/*
maksudnya : kita menambahkan css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head
ke wp_head
lalu
footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer
ke wp_footer
Jadi logikanya
css tadi ditambahkan di head
lalu footer3atau4kolomtadi ditambahkan di footer
dengan dimikian lengkaplah css dan htmlnya.
oia, tadi kita menambahkan fungsi register_sidebar, ini agar widgetnya bisa di drop-drag
coba masuk ke appearance > widget
* untuk lebih jalasnya silakan langsung ke http://codex.wordpress.org | disana jauh lebih lengkap
*/

/* End */
?>

Keterangan Footer 3 Kolom

Jangan lupa di save(update file) yah, setelah disave silakan masuk ke appearance > widget > perhatikan di sidebar kanan, disitu ada box(widget) untuk memasukkan widget bawaan wordpress, silakan masukan(drag) widget yang ingin ditambahkan. Berikut cerita dan peroses pemasangan wordpress 3 atau 4 kolom itu.
Seperti yang dijelaskan pada awal paragraf, untuk membuat footer 3 atau 4 kolom yang paling pertama adalah buat tag-tag htmlnya lalu tambahkan style css untuk membentuk dan merubah tampilan tag-tag htmlnya tadi, setelah versi html static footer 3 kolomnya sudah jadi barulah kita memamasukanya kedalam wordpress theme kita.
Basa-basi : Sebenarnya sih banyak cara untuk memasukan footer tiga kolom tadi ke theme kita, misal langsung masukkan di footer.php atau sesuaikan lalu masukkan script widget bawaan wordpress.
Tapi karena cara seperti itu kurang pas, jadi lebih baik kalo nantinya widget itu bisa di drop-drag, ia kan? alasan lainya ialah, kalo pake cara masukan code satu-satu, takutnya malah ribet atau terjadi error misal : salah copas code. Kan lebih Ok, kalo codenya dijadikan satu, yah tinggal dicopas gituh. Oklah, mungkin tulisan buruk itu membuat sobat jenuh hehehe, berikut bonus tulisan kali ini.

Proses Implementasi Di Wordpress Theme

Pertama : kita menambahkan ini register_sidebar() labih lengkap baca ini : http://codex.wordpress.org/Function_Reference/register_sidebars, fungsinya agar muncul box(widget) di appearance > widget >.
Karena register_sidebar() berfungsi untuk menambah box(widget), agar ini bisa masuk kedalam theme. Kita harus tambahkan ini
If ( !dynamic_sidebar( 'footer_3_atau_4_kolom' ) ) {
/* anggaplah : nantinya widget itu masuk disini, jadi pada args register_sidebar() harap sesuaikan ini
name /* name pada contoh diatas footer_3_atau_4_kolom*/
before_widget
after_widget
before_title
after_title
*/

}
Sebenarnya dengan manambahkan register_sidebar() difunction.php dan if (!dynamic_sidebar( 'footer_3_atau_4_kolom' ) ) di footer atau sesuaikan sudah cukup untuk membuat widget drop drag. Tapi karena saya ingin mengabungkan semua kodenya, jadi saya buat dua fungsi
  • Css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head/* kita tambahkan ke wp_head */
  • Dan footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer/* kita tambahkan ke wp_footer */
Untuk menambahkan dua fungsi tadi ke dalam theme, kita menggunakan
Add_action('wp_head', 'nama_function');/* nama function contoh diatas adalah css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head */
add_action('wp_footer', 'nama_function');/* nama function contoh diatas adalah footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer*/
Jadi
css_footer_3_atau_4_kolom_untuk_head(){
/*
kode yang ada disini, semuanya akan ada di wp_head 
*/
}
Begitupun dengan
Footer_3_atau_4_kolom_untuk_footer(){
/*
kode yang ada disini, semuanya akan ada di wp_footer
*/
}
Ya, kira-kira seperti itulah jalan ceritanya.
Didalam tulisan ini, setidaknya sobat tahu cara menambahkan widget drop-drag dan tahu fungsi add_action
serta sedikit info tentang WordPress, oia

Bagaimana Cara Membuat Menjadi 3 Kolom?

Contoh diatas, widgetnya tersusun 4 kolom
berikut cara merubahnya menjadi 1, 2, 3, 4 atau 5 kolom
di cssnya kan ada ini 25%;
perhitunganya seperti ini 100% di bagi 25% sama dengan 4
jadi
  • 1 kolom sama dengan 100% dibagi 100%
  • 2 kolom sama dengan 100% dibagi 50%
  • 3 kolom sama dengan 100% dibagi 33.33%
  • 4 kolom sama dengan 100% dibagi 25%
  • 5 kolom sama dengan 100% dibagi 20%
Jadi, silakan ubah width:25% tadi menjadi 100% untuk 1 kolom, 50% untuk 2 kolom, 33.33% untuk 3 kolom, 25% untuk 4 kolom, 20% untuk 5%kolom. Juga masih bisa diubah menjadi 6 atau 100 kolom, tapi– jadi kurus dia.
Sekian sharing kali ini, maaf jika ada salah tulis. Mohon koreksinya jika ada yang salah…
selalu menyenangkan bisa berbagai

>>> Read More . . .

Penjelasan menggunakan Styling CSS untuk Model Persegi Kolom - Box Model : Border, Padding, Margin, Outline

Semua bentuk elemen di HTML seperti div, p, h, ul, li dan lain sebagainya pada dasarnya adalah sebuah kolom kotak yang membungkus isi (content) HTML. Ada beberapa property dalam box model CSS diantaranya Border, Padding, Margin dan content HTML itu sendiri. Setiap box model ini memungkinkan kita untuk membuat jarak antara yang satu dengan yang lainya, jadi dengan box model ini setiap kolom bisa di beri ukuran jarak antara satu dengan yang lainya sehingga kotak-kotak kolom tidak tampil menyatu dan tampak lebih bagus untuk di lihat.


Apabila box model kita gambarkan mungkin anda bisa lebih paham, berikut ini saya tampilkan sebuah illustrasi box model


box model


penjelasan:


  • Margin - memungkinkan kita untuk memberi jarak batas antara kolom kotak satu dengan yang lainya. margin tidak memiliki background warna (transparan)
  • Border - sama halnya dengan border memungkinkan kita memberi jarak bedanya border kita bisa mendefinisikan warna background
  • Padding - memungkinkan kita untuk membuat lapisan pada contet HTML, memiliki background tapi tergantung dari warna background content
  • Content - adalah isi seperti text dan gambar yang ada di kolom elemen HTML seperti div, p, h, dan lainnya



Bila anda menggunakan CSS box model untuk suatu elemen HTML maka aturan lebar dan tinggi dari content bisa berubah, misalnya anda menuliskan Kode CSS berikut pada sebuah div yang berukuran lebar 300px dan tinggi 200px
1
2
3
4
5
6
7
div.column {
    width:300px;
    height:200px;
    margin:10px;
    border:5px solid #000;
    padding:10px;
}


berdasarkan kode diatas maka lebar dan tinggi kotak div bukanlah 300 pixel x 200 pixel, melainkan 350 pixel x 250 pixel
  • Lebar : 300 px + batas kiri (margin:10px + border:5px + padding:10px) + batas kanan (margin:10px + border:5px + padding:10px)
  • Tinggi : 200 px + batas atas (margin:10px + border:5px + padding:10px) + batas bawah (margin:10px + border:5px + padding:10px)
  • Total lebar 350px dan tinggi 250px


Maaf hanya untuk pecinta i.e ukurannya tidak akan 250 pixel, box model adalah apa yang menjadi sebuah dilema untuk banyak pengembang web mengenai kompatibiltas browser. Design CSS yang sudah mulus di browser lain banyak sekali berantakan di i.e dan sedikit yang tau untuk menyelesaikan masalah ini
i.e secara otomatis menyertakan lebar dan tinggi pada setiap elemen yang kita buat, supaya i.e tidak seenaknya menambah atau mengurangi komposisi lebar dan tinggi komposisi elemen maka tambahkan tag berikut di awal pembuatan HTML
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN"
<html>
<head>
<title></title>
<style type="text/css">
div.column {
    width:300px;
    height:200px;
    margin:10px;
    border:5px solid #000;
    padding:10px;
}
</style>
</head>
<body>
<div class="column"> Test </div>
</body>
</html>


Penggunaan Border

Pada border terdapat property Border Width, Border Color, dan Border Style. Proprty border-width digunakan untuk menentukan lebar dari border, border-color untuk warna dan border-style digunakan untuk gaya borrder itu sendiri misalnya membentuk garis lurus, putus-putus, atau garis titik-titik.


Cara menuliskan border adalah sebagai berikut:


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
div.column {
    width:200px;
    height:20px;
    border-width:5px;
    border-color:#39F;
    border-style:solid;
}
/* CSS border diatas bisa juga dituliskan seperti ini*/
div.column {
    width:200px;
    height:20px;
    border:5px #39F solid;
}
Hasilnya dari penerapan border diatas :


Sample


Property dari border dan masing-masing nilainya dapat dilihat pada tabel di bawah


PropertyKeteranganNilai
borderMenentukan semua gaya border dalam satu deklarasiborder-width
border-style
border-color
border-bottommenentukan semua gaya border bawah dalam satu deklarasiborder-bottom-width
border-bottom-style
border-bottom-color
border-bottom-colormenentukan warna border bawahborder-color
border-bottom-stylemenentukan gaya border bawahborder-style
border-bottom-widthmenentukan lebar border bawahborder-width
border-colormenentukan warna kolom bordercolor_name
hex_number
rgb_number
transparent
inherit
border-leftmenentukan semua gaya border kiri dalam satu deklarasiborder-left-width
border-left-style
border-left-color
border-left-colormenentukan warna border kiriborder-color
border-left-stylemenentukan gaya border kiriborder-style
border-left-widthmenentukan lebar border kiriborder-width
border-rightmenentukan semua gaya border kanan dalam satu deklarasiborder-right-width
border-right-style
border-right-color
border-right-colormenentukan warna border kananborder-color
border-right-stylemenentukan gaya border kananborder-style
border-right-widthmenentukan lebar border kananborder-width
border-stylemenentukan gaya dari keseluruhan kolom bordernone
hidden
dotted
dashed
solid
double
groove
ridge
inset
outset
inherit
border-topmenentukan semua gaya border atas dalam satu deklarasiborder-top-width
border-top-style
border-top-color
border-top-colormenentukan warna border kananborder-color
border-top-stylemenentukan gaya border kananborder-style
border-top-widthmenentukan lebar border kananborder-width
border-widthmenentukan lebar dari keseluruhan kolom borderthin
medium
thick
lengthinherit


Penggunaan Outline

Outline jarang di gunakan tapi fungsinya untuk membuat elemen terlihat dan berada di luar garis border sangat tipis. Penulisan Outline tidak jauh berbeda dengan penulisan border, sedangkan property dari outline dapat dilihat pada tabel dibawah


KeteranganNilai
outlineMenentukan semua opsi outline dalam satu deklarasioutline-color
outline-style
outline-width
inherit
outline-colormenentukan warna outlinecolor_name
hex_number
rgb_number
invert
inherit
outline-stylemenentukan gaya outlinenone
dotted
dashed
solid
double
groove
ridge
inset
outset
inherit
outline-widthmenentukan lebar outlinethin
medium
thick
lengthinherit


Penggunaan Margin

Margin memberikan ruang atau jarak di sekitar elemen HTML, apabila anda menguasai microsoft office atau open office pasti lah tau apa itu margin, prinsipnya sama saja. Penulisan margin sama saja seperti penulisan HTML lainnya sedangkan property margin pada CSS dapat di lihat pada tabel di bawah.


KeteranganNilai
margindigunakan untuk memnentukan jarak margin pada satu deklarasimargin-top
margin-right
margin-bottom
margin-left
margin-bottommenentukan jarak margin bawahauto
length
%
margin-leftmenentukan jarak margin kiriauto
length
%
margin-rightmenentukan jarak margin kananauto
length
%
margin-topmenentukan jarak margin atasauto
length
%


Penggunaan Padding

memungkinkan kita untuk membuat lapisan pada contet HTML, memiliki background tapi tergantung dari warna background content berikut saya berikan sampel penggunaan padding dan border bersamaan:
1
2
3
4
5
6
div.column {
    width:200px;
    height:20px;
    padding 20px;
    border:5px #39F solid;
}
Hasilnya akan seperti kolom berikut, kalau anda bandingkan dengan contoh pada border diatas akan terlihat perbedaanya:


Sample


Property dari padding dan masing-masing nilainya dapat dilihat pada tabel di bawah


PropertyDescriptionValues
paddingMenentukan keseluruhan opsi padding dalam satu deklarasipadding-top
padding-right
padding-bottom
padding-left
padding-bottommenentukan lapisan padding bawahlength
%
padding-leftmenentukan lapisan padding kirilength
%
padding-rightmenentukan lapisan padding kananlength
%
padding-topmenentukan lapisan padding ataslength
%


Baca-baca saja gak ada gunanya kalo gak di coba :)

source

>>> Read More . . .
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...